Daftar Blog Saya

Jumat, 18 Januari 2013

Definisi Karya Ilmiah


Pengertian Karya Ilmiah
“Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11

(Brotowidjojo, 1988: 15-16). :
1. Karya ilmiah menyajikan fakta objektif secara sistematis atau menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi                           spesifik.
2. Karya ilmiah ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur, dan tidak bersifat terkaan. Dalam pengertian jujur terkandung sikap etik penulisan ilmiah, yakni penyebutan rujukan dan kutipan yang jelas.
3. Karya ilmiah disusun secara sistematis, setiap langkah direncanakan secara terkendali, konseptual, dan prosedural.
4. Karya ilmiah menyajikan rangkaian sebab-akibat dengan pemahaman dan alasan yang indusif yang mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan.
5. Karya ilmiah mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis.
6. Karya ilmiah hanya mengandung kebenaran faktual sehingga tidak akan memancing pertanyaan yang bernada keraguan. Penulis karya ilmiah tidak boleh memanipulasi fakta, tidak bersifat ambisius dan berprasangka. Penyajiannya tidak boleh bersifat emotif.
7. Karya ilmiah pada dasarnya bersifat ekspositoris. Pembaca dibiarkan mengambil kesimpulan sendiri berupa pembenaran dan keyakinan akan kebenaran karya ilmiah tersebut.
  • Struktur Karya Ilmiah (Soehardjan, 1997 : 38) terdiri atas:
1. Judul
2. nama penulis, 
3. abstrak, 
4. pendahuluan, 
5. bahan dan metode, 
6. hasil dan pembahasan, 
7. kesimpulan, 
8. ucapan terima kasih
9. daftar pustaka.

Syarat Kebahasaan Karya Ilmiah
a. Baku
Struktur bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku baik mengenai struktur kalimat maupun kata. Demikian juga, pemilihan kata/istilah, dan penulisan sesuai dengan kaidah ejaan.
b. Logis
Ide atau pesan yang disampaikan melalui bahasa Indonesia ragam ilmiah dapat diterima akal.
c. Kuantitatif
Keterangan yang dikemukakan dalam tulisan dapat diukur secara pasti. 
d. Tepat
Ide yang diungkapkan harus sesuai dengan ide yang dimaksudkan oleh penutur atau penulis dan tidak mengandung makna ganda.
e. Denotatif
Kata vang digunakan dipilih sesuai dengan arti sesungguhnya dan tidak melibatkan perasaan karena sifat ilmu itu objektif
f. Ringkas
Ide dan gagasan diungkapkan dengan kalimat pendek sesuai dengan kebutuhan, pemakaian kata seperlunya, tidak berlebihan. tetapi isinya bernas.
g. Runtun
Ide diungkapkan secara teratur sesuai dengan urutan dan tingkatannya baik dalam kalimat maupun dalam paragraf.

Ciri-ciri Karya Ilmiah :
Ciri-ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji dari minimal empat aspek, yaitu struktur sajian, komponen dan substansi, sikap penulis, serta penggunaan bahasa. Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

TAHAPAN 
Langkah-langkah yang dapat Anda lakukan ketika akan menyusun kerangka karya tulis, antara lain :

1. Menentukan tema atau topik karya tulis.
2. Membatasi topik karya tulis.
3. Menentukan masalah dan tujuan penelitian.
4. Mendaftar gagasan atau hal-hal yang akan dikembangkan dalam karya tulis berdasarkan tema atau topik yang harus dipilih.
5. Menyusun kerangka karya tulis.
Sebuah karya tulis ilmiah terdiri atas tiga bagian berikut.

A. Bagian Awal
1. Halaman sampul luar (cover)
2. Halaman judul
3. Halaman pengesahan
4. Kata pengantar.

B. Bagian Utama
1. Pendahuluan, berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, dan tujuan penulisan.
2. Isi, berisi uraian lengkap dan terperinci dari tema atau masalah yang diungkapkan.
3. Penutup, berisi kesimpulan dari isi karya tulis.

C. Bagian Akhir
1. Daftar pustaka
2. Lampiran-lampiram


Untuk lebih lengkapnya, berikut sistematika penulisan karya ilmiah :

Bagian Pembuka
1. Cover
2. Halaman judul
3. Halaman pengesahan
4. Abstraksi
5. Kata pengantar
6. Daftar isi
7. Ringkasan isi

Bagian Isi

1. Pendahuluan
a. Latar belakang masalah
b. Perumusan masalah
c. Pembahasan/pembatasan masalah
d. Tujuan penelitian
e. Manfaat penelitian

2. Kajian teori atau tinjauan kepustakaan
a. Pembahasan teori
b. Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
c. Pengajuan hipotesis

3.Metodologi penelitian
a. Waktu dan tempat penelitian
b. Metode dan rancangan penelitian
c. Populasi dan sampel
d. Instrumen penelitian
e. Pengumpulan data dan analisis data

3. Hasil Penelitian
a. Jabaran varibel penelitian
b. Hasil penelitian
c. Pengajuan hipotesis
d. Diskusi penelitian,
mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya

Bagian penunjang
Daftar pustaka
Lampiran- lampiran
Daftar Tabel


Yang terakhir ini tidak kalah pentingnya, yaitu format baku dalam membuat karya tulis atau makalah

Ukuran kertas: A4 (kuarto)
Jenis font: Times New Roman atau Verdana
Ukuran font: 12
Spasi: 1,5
Jarak tepi (margin):
kiri=4cm,
atas=4cm,
kanan=3cm,
bawah=3cm
(Makalah ditulis minimal 10 halaman belum termasuk halaman Judul, Lampiran, dan Daftar Pustaka).

PENYAJIAN 

Struktur-Struktur Penyajian Dan Substansi Karya Ilmiah



  • Secara garis besar, Struktur Penyajian Karya Ilmiah terdiri atas bagian; Pendahuluan, Pokok pembahasan, dan Penutup. Dengan demikian, sebuah karya ilmiah akan selalu mulai dengan suatu  pengantar yang menuju ke pokok pembahasan, dan diakhiri dengan penutup yang dapat berupa simpulan dan rekomendasi.
  • Bagian Pengantar.
    Bagian pengantar atau sering disebut pendahuluan dapat berupa latar belakang yang menggambarkan penting nya topik yang akan dibahas, tujuan penulisan, dan mungkin juga ruang lingkup penulisan. Luas cakupan bagian pembuka atau pendahuluan ini bervariasi sesuai dengan jenis karya ilmiah yang ditulis. Ada bagian pendahuluan yang hanya terdiri dari satu atau dua paragraf, ada pula yang terdiri dari satu bab yang dibagi lagi menjadi subtopik.
  • Bagian Inti.
    Bagian inti atau pokok pembahasan sebuah karya ilmiah merupakan bagian yang paling besar dalam sebuah karya ilmiah. Tergantung dari luasnya masalah yang di bahas atau dari jenis karya ilmiah yang ditulis, bagian pembahasan ini dapat sangat panjang dan dapat pula sangat singkat. Skripsi, tesis, dan disertasi mungkin mencantumkan beberapa bab yang dapat dikelompokkan sebagai bagian inti, sedangkan artikel ilmiah mungkin mencamtumkan beberapa subtopik. Namun yang jelas bagian inti atau pokok pembahasan ini memberi kesempatan kepada penulis untuk memaparkan proses kejadian /penelitian yang di lakukan atau hasil kajian yang akan diungkapkan.
  • Bagian penutup.
    Bagian penutup merupakan bagian akhir dari sebuah tulisan. Seperti halnya pada bagian pendahuluan dan bagian inti, bagian penutup sebuah karya ilmiah juga mempunyai struktur kajian yang khas, yang berbeda dari bagian penutup jenis tulisan lain. Sebuah karya ilmiah biasanya ditutup dengan simpulan dan harapan atau rekomendasi. Semua ini merupakan simpulan kajian peserta terhadap topik atau masalah yang disajikannya, serta tindak lanjut yang diharapkan terjadi berdasarkan simpulan tersebut. Berita atau cerita pendek tidak selalu menutup beita atau ceritanya dengan simpulan dan rekomendasi.

    Substansi Karya Ilmiah
    Substansi atau materi bahasan karya ilmiah dapat mencakup segala bidang dari yang paling kecil/sederhana, oleh karena bidangnya sangat luas, substansi karya ilmiah pada umumnya dikelompokkan sesuai disiplin ilmu. Sejalan dengan pemikiran ini, ada karya ilmiah yang berkaitan dengan ilmu-ilmu sosial, ilmu-ilmu eksakta, dan seni. Cobalah anda cari contoh-contoh karya ilmiah dalam berbagai bidang tersebut. Dengan membaca berbagai artikel ilmiah, terutama yang relavan dengan bidang ilmu yang Anda tekuni, Anda akan mempunyai modal dasar untuk menulis karya ilmiah.

http://dya08webmaster.blog.com/2012/04/20/karya-ilmiah-ciri-ciri-macam-macam-sikap-ilmiah/
http://didydodyhart.mywapblog.com/cara-membuat-karya-tulis-makalah-yang-ba.xhtml
http://sapasayaa.blogspot.com/2012/03/struktur-struktur-penyajian-karya.html


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar