Daftar Blog Saya

Rabu, 12 Maret 2014

CURRICULUM VITAE

Nama Lengkap                     : Indrat Saputra
Tempat / Tanggal lahir         : Jakarta, 2 Mei 1992
Jenis Kelamin                       : Pria
Status                                     : Belum Menikah
Agama                                   : Islam
Kewarganegaraan                : Indonesia
Tinggi/ Berat badan              : 180 cm/ 75 kg
Alamat                                    : Jln. Mangga 
No. Hp                                    : 0813xxxx
Email                                      : indra234@yahoo.com


PENDIDIKAN FORMAL
Tahun
Institusi
1998-2004
SDN 03 Jakarta Timur
2004-2007
SMPN 126 Jakarta
2007-2010
SMAN 105 Jakarta
2010-2014
S1 Universitas Gunadarma


SEMINAR, WORKSHOP DAN KURSUS
Tahun
Posisi
Keterangan
2011
Peserta
Kursus “Akademi Web Programming Using PHP & MYSQL”
2011
Peserta
Seminar “Fruity Loops, Artsential”
2012
Peserta
Workshop “Ableton Live Live Goes To Campus”
2013
Perserta
Kursus “ MIDLET Java Programming on Mobile Devices”
2014
Peserta
Workshop ” Microsoft Visual Basic .NET”
2014
Peserta
Seminar “Concept and Implementation of Cloud Computing”
2014
Peserta
Seminar “Scientific Publication Dissemination from Students Majored in Information System”


KEMAMPUAN PENUNJANG

Komputer :
-                      - Microsoft Office Applications
-                      - Email
-                     - Website
-                     - Adobe Audition

Bahasa:
-                  - Indonesia (Aktif)

-                 - English (spoken = 7, Written = 7)

Minggu, 08 Desember 2013

Dampak Positif & Negatif Mengkuti Sosial Media

       Sosial media merupakan alat bergaul yang sangat praktis, karena dalam berinteraksi tidak membutuhkan waktu dan biaya yang mahal. Meskipun banyak penyalahgunaan atau dampak negatif yang disebabkan oleh sosial media, tetapi juga dari dampak negatif tersebut masih banyak dampak positif yang didapat dari penggunaan sosial media. Diantaranya sebagai berikut:


  1. Mempererat silaturahim. Dalam hal bersilaturahim, penggunaan media sosial ini sangat cocok untuk dapat berinteraksi dengan orang yang berjauhan tempat tinggalnya, misalnya berbeda kota, pulau, bahkan negara.
  2. Menambah wawasan dan pengetahuan. Akhir-akhir ini banyak akun sosial media yang selalu membagi wawasan dan pengetahuan, hal ini sangat menarik karena kita dapat menambah wawasan dan pengetahuan secara praktis. Penyajian wawasan dan pengetahuan pun bisa didapatkan ketika ada akun sosial media yang berbagi ilmunya tentang bidang ilmu tertentu secara khusus, bahkan disampaikannya dapat oleh dosen suatu perguruan tinggi misalnya.
  3. Menyediakan informasi yang tepat dan akurat. Informasi dapat kita peroleh dari sosial media, baik itu informasi perguruan tinggi, lowongan kerja, ataupun beasiswa. Selain itu, pada saat ini bermunculan juga instansi-instansi pemerintahan yang mulai bersosialisasi lewat sosial media, sehingga informasi seputar pemerintahan pun dapat kita ketahui lewat sosial media.
  4. Menyediakan ruang untuk berpesan positif. Penggunaan sosial media saat ini sudah banyak digunakan oleh para tokoh agama,ulama, ataupun motivator. Maka dalam hal ini, kita bisa mendapatkan suntikan energi positif yang mereka tulis di sosial media.
  5. Mengakrabkan hubungan pertemanan. Media sosial akan mengakrabkan suatu pertemanan, kala seseorang malu bertanya di dunia nyata, maka kebiasaan orang yang malu berkomunikasi di dunia nyata mereka akan mencoba untuk kenal lebih dekat melalui sosial media, karena disana mereka akan saling berbagi tentang hobi mereka, kegiatan, ataupun hal lainnya yang dapat membuat hubungan pertemanan mereka menjadi lebih akrab.
Efek Negatif:
  1. Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu. Jika anak terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya, maka pengetahuan tentang seluk-beluk berkomunikasi di kehidupan nyata – seperti bahasa tubuh dan nada suara – menjadi berkurang.
  2. Situs jejaring sosial akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan anak menjadi kurang berempati di dunia nyata.
  3. Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja rentan terhadap sensasi.
  4. Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini akan membuat mereka semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring sosial dan di dunia nyata. Hal ini tentunya akan mempengaruhi keterampilan menulis mereka di sekolah dalam hal ejaan dan tata bahasa.
  5. Situs jejaring sosial adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. Kita tidak akan pernah tahu apakah seseorang yang baru dikenal anak kita di internet, menggunakan jati diri yang sesungguhnya.



 Sumber : 

Symantec.co

Pemanfaatan Telematika Bagi Masyarakat

       Telematika berasal dari bahasa perancis “telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi sendiri dapat diartikan sebagai sarana/prasarana, sistem, dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna.

   Para praktisi menyatakan “telematics“ adalah singkatan dari “telecommunication” and “informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep computing and communication. Istilah telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu (konvergensi). Semula media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi komunikasi pada saat itu.

      Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga tidak hanya dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan factor baru dari perkembangan teknologi. Antamuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooAPPS live.Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunaannya. Pada akhirnya, era robotic akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industry kecil dan menengah. Tetapi, jauh dari itu semua, mengenai tren ke depan telematika, itu merupakan kebebasan individu untuk mengembangkan dan menjadikan sebagai suatu trend didalam masyarakat. Yang pasti dalam proses perkembangannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak menguntungkan diri sendiri. Sehingga trend ke depan telematika dapat menjadi suatu trend yang dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah.

         Contoh Telematika dibidang telekomunikasi. Yang termasuk dalam layanan telematika di bidang komunikasi adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika. Contoh lainnya, sekarang semua orang sudah mempunyai handphone, dan semakin hari semakin pesat perkembangan teknologinya, dan semakin memudahkan para penggunanya untuk mendapatkan informasi secara langsung baik itu dari sms maupun push email yg lagi booming-nya di Indonesia akibat pasar handphone blackberry atau sekedar browsing dengan menggunakan wifi ataupun WAP.
           Selain itu, layanan video conference merupakan layanan komunikasi yang melibatkan video dan audio secara real time. Teknologi yang digunakan untuk layanan video conference komersial pada awalnya dikembangkan di atas platform ISDN (Integrated Switch Digital Network) dengan standar H.320. Secara fungsional, elemen pendukung layanan video conference terdiri dari:
§  Terminal video conference atau endpoint video conference, adalah perangkat yang berada di sisi pengguna video conference.
§  MCU (Multipoint Conference Unit), adalah semacam server yang berfungsi sebagai pengendali konferensi yang melibatkan banyak pengguna dan banyak sesi konferensi.
§  Gateway dan gatekeeper adalah media yang melakukan proses adaptasi komunikasi video conference berbasis ISDN ke IP dan sebaliknya.
         Berbagai macam bentuk yang menjadi dampak penggunaan telematika merebak luas pada masyarakat. Dampak ini akan memunculkan dan merubah pola kehidupan, bekerja, berusaha bahkan merubah falsafah pada bidang-bidang tertentu. Dampak yang pasti adalah akan terjadinya perubahan minat bekerja yang lebih efisien dalam arti benefit to cost ratio, efektif dalam arti kualitas produk, jasa, dan pemerataan distribusi produk jasa kepada masyarakat. Dampak yang akan muncul penggunaan telematika baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu:
1. Penghematan transportasi dan bahan bakar.
2. Menghindarkan jam-jam yang tidak produktif menjadi lebih produktif.
3. Mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah.
4. Menyuguhkan banyak pilihan sarana telekomunikasi.



Sumber :

Senin, 14 Oktober 2013

PENGANTAR TELEMATIKA


PENGANTAR TELEMATIKA



PENGERTIAN dan SEJARAH

Telekomunikasi mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. ‘Telekomunikasi’ mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.
Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika. Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai {the new hybrid technology} yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.
istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).



BIDANG - BIDANG PENGANTAR TELEMATIKA

Telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau penyampaian infomasi, dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam kaitannya dengan ‘telekomunikasi’ bentuk komunikasi jarak jauh dapat dibedakan atas tiga macam:
Informatika (Inggris: Informatics) merupakan disiplin ilmu yang mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu data maupun informasi pada mesin berbasis komputasi serta mempelajari struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.
Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), telematika, multimedia, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.
Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
§  Bidang Yang Memanfaatkan Telematika
Ada berbagai macam bentuk dari telematika yang telah berkembang di banyak bidang. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya “tumpang tindih” karena berbagai kegiatan kerja dapat menggunakan telematika untuk menunjang kinerja dari usaha yang dilakukan. Berbagai macam bentuk tersebut adalah :
•    E-Government
E-government digunakan untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Contoh riil dari program e-government ini adalah adanya badan yang secara khusus mengurus hal – hal berkaitan dengan telematika yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesi (TKTI). Tim ini bertugas untuk mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori kegiatan dalam rangka meningkatkan perkembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia. Salah satu target dari tim ini adalah pelaksanaan sistem pemerintahan secara online dalam bentuk situs di internet. Sehingga dengan adanya situs ini, pemerintah dapat menjalankan fungsinya via internet dan memberikan pelayanan yang transparan serta mudah diakses oleh masyarakat luas.
•    E-Commerce
Prinsip dasar dari e-commerce adalah proses jual beli yang dilakukan secara elektronik melalui internet. Proses jual beli yang dimaksud meliputi pemasangan iklan, melakukan pemesanan barang, melakukan pembayaran, sampai mengirim dokumen klaim. Karena e-commerce dapat diakses secara luas di seluruh dunia, maka proses jual beli pun terasa mudah sebab sudah tidak bergantung pada ruang dan waktu. Siapapun dapat membeli barang yang dijual di negara manapun dan kapanpun.
•    E-Learning
E-learning merupakan contoh dari berkembangnya dunia pendidikan dari cara konvensional (tatap muka di kelas) ke cara yang lebih terbuka melalui internet. Hal ini dapat terjadi karena adanya teknologi telematika yang dapat menghubungkan pengajar dengan muridnya. Kegiatan seperti memberikan materi belajar, melakukan ujian, mengirim tugas, mengecek nilai dapat dilakukan secara elektronik. Perkembangan e-learning didukung dengan banyaknya web bernuansa pendidikan yang dibangun sehingga memudahkan pengaksesan pendidikan oleh siapapun yang ingin belajar tanpa dibatasi oleh umur dan gender. Selain 3 bentuk telematika diatas, masih banyak lagi bentuk lainnya yang juga berkembang dengan pesat seperti e-research dan e-medicine. Bentuk telematika yang bukan web dapat dilihat dari penggunaan GPS, teleconference dan sistem 3G yang banyak dikembangkan pada telepon selular.
§  Perangkat yang dibutuhkan Dalam Telematika
Interface dalam telematika meliputi banyak hal,salah satu nya adalah :
Perangkat Keras :
§    Video conference –> Layanan video conference merupakan layanan komunikasi yang melibatkan video dan audio secara real time. Salah satu fitur yang terdapat pada interface telematika seperti : Aplikasi Berbasis Web (berteknologi internet) yang tidak perlu diinstall di setiap client dan bisa jalan di sistem operasi apapun (Open System) dan juga bisa secara real time. Teknologi yang digunakan untuk layanan video conference komersial pada awalnya dikembangkan di atas platform ISDN (Integrated Switch Digital Network) dengan standar H.320.
§  LCD Proyektor,
§  Printer,
§  Ploter,
§  Scanner,
§  Digitizer.
Perangkat Lunak :
§  Aplikasi Keselamatan dan Keamanan misalnya: SOS, Kontrol Jarak Jauh, Tracking Otomatis, dll.
§  Aplikasi navigasi : informasi Trafiki, Cuaca, GPS, dll.
§  Aplikasi komunikasi : Handfree, SMS dan MMS, Video Call, dll
§  Hiburan : Musik, Video, Game, dll.
§  Aplikasi bidang kesehatan misalnya: Respon Kecelakaan, Rekam Medis, Manajemen Sumber Daya, konsultasi Jarak jauh, dll.
§  Aplikasi bidang pemerintahan : Layanan Kependudukan, Catatan Sipil, SIM, dll.
§  Aplikasi Bidang pendidikan : E-Learning, Informasi Akademik, Pendaftaran Online, dll. Sedangkan,Infrastruktur komunikasi untuk mendukung teknologi telematika antara lain adalah jaringan seluler (HP), jaringan Satelit, jaringan Siaran Radio/TV, jaringan Titik Akses dan lainnya.


Keuntungan dan Kerugian dari Telematika
Keuntungan Telematika :
Manfaat telematika bagi masyarakat antara lain: dunia pendidikan, asosiasi, para pengamat, industri itu sendiri,
1.      Manfaat internet dalam e-Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi daam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.
2.      Manfaat internet dalam e-Goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.
3.      Dalam bidang kesehatan dan juga pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat luas.
4.      Telematika cukup memberi warna tersendiri dalam perekonomian nasional. Ditandai dengan mulai maraknya sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet, maka Indonesia tak ketinggalan dalam booming perdagangan elektronis / electronic commerce (e-commerce).
5.      Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya. Sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang konsisten menyatakan bahwa dengan asumsi semua persyaratan terpenuhi, penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%. Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya di Jepang, Korea, Kanada, Australia, negara-negara Eropa, Skandinavia, dan lainnya.
6.      Sebagai core bisnis industry, perdagangan, efisensi dan peningkatan daya saing perusahaan

Kerugian Telematika
1.         Tindakan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Contohnya, tindakan yang disebut carding, adalah cyber crime dengan cara mencuri data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
2.         Penyebaran virus atau malicious ware fraud atau penipuan yang menggunakan electronic mail sebagai alat penyebaran informasi bagi si penipu.
3.         Kejahatan Telematika sebagai Kejahatan Transnasional, Contoh kejahatan transnasional ini adalah human trafficking, penyelundupan orang, narkotika, atau teroris internasional.
4.         Kejahatan telematika merugikan individu,missal Lima orang hacker (penyusup) yang berada di Moskow telah mencuri sekitar 5400 data kartu kredit milik orang Rusia dan orang asing yang didapat dengan menyusup pada sistem komputer beberapa internet retailer.
5.         Kejahatan telematika merugikan perusahaan atau organisasi, Pada tahun 1995, Julio Cesar Ardita, seorang mahasiswa dari Argentina berhasil menyusup dan mengganti (cracking) data sistem yang ada di Fakultas Arts and Science Universitas Harvard.
6.         Kejahatan telematika merugikan Negara, misalnya: Serangan yang paling merugikan adalah pengrusakan yang dilakukan olehhacker asing pada situs Kementrian keuangan Romania pada tahun 1999, sehingga merugikan pemerintah Romania milyaran dollar. Serangan ini dilakukan dengan mengganti besaran kurs mata uang Romania sehingga banyak pembayar pajak online yang terkecoh dengan data yang telah diganti tersebut.5 Hanya sayangnya, kejahatan ini tidak berlanjut ke pengadilan karena tidak adanya hukum yang mengatur kejahatan telematika yang bersifat transnasional.








Jumat, 17 Mei 2013

Resensi


Resensi


Judul                     : Cara Memproteksi Diri dari Narkoba
Penulis                  : M. Wresniwiro dan Badan Narkotika Nasional
Sumber                 : Buku Masalah Narkotika Dan Obat Berbahaya
Tema                    : Zat Adiktif

Ringkasan

pencegahan dilakukan secara integral dan dinamis antara unsur – unsur aparat dan potensi masyarakat, merupakan upaya yang terus menerus dan berkesinambungan, untuk merubah sikap prilaku, cara berfikir dari kelompok masyarakat yang sudah mempunyai kecenderungan menyalahgunakan, serta melakukan tindakan pidana perdagangan / peredaran gelap narkotika psikotropika dan zat adiktif,  dengan saling menghormati kedaulatan dan integritas territorial dari masing – masing Negara Indonesia dalam menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap, psikotropika dan zat adiktif lain. Selain itu menurut buku Kampanye Anti Narkoba yang diterbitkan Badan Narkotika Nasional cara memproteksi diri dari bahaya narkoba yaitu pada saat ini, masalah narkoba sudah merambah ke semua lapisan masyarakat. Fakta yang paling mengganggu adalah usia awal perkenalan dengan bermacam – macam zat atau obat – obatan ini menjadi semakin belia / muda. Tingkat penyalahgunaan narkoba pada usia ini sangatlah tinggi.


Keunggulan
                Dalam artikel ini cukup berguna untuk masyarakat luas dikarenakan menjelaskan kerugian atau dampak dari penggunaan zat adiktif tersebut. Dan dalam artikel ini sumber dapat dipercaya dikarenakan diperoleh dari Badan Narkotika Nasional.

Kelemahan
                Terdapat kelemahan dalam artikel ini yaitu adanya penulisan nama zat ilmiah tanpa menyebutkan nama yang sering didengar oleh masyarat dan kurangnya informasi tentang gambar dari beberapa zat adiktif tersebut.
               
Kesimpulan / pendapat
                Artikel cara memproteksi diri dari narkoba ini sangat memberikan informasi yang edukatif terhadap semua pembaca, dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan memberikan dampak dari penggunaan dari zat adiktif tersebut.

                
Sumber :   Buku Masalah Narkotika dan Obat Berbahaya, M. Wresniwiro dan Badan Narkotika Nasional

Resensi


Resensi


Judul                     : Cara Memproteksi Diri dari Narkoba
Penulis                  : M. Wresniwiro dan Badan Narkotika Nasional
Sumber                 : Buku Masalah Narkotika Dan Obat Berbahaya
Tema                    : Zat Adiktif

Ringkasan

pencegahan dilakukan secara integral dan dinamis antara unsur – unsur aparat dan potensi masyarakat, merupakan upaya yang terus menerus dan berkesinambungan, untuk merubah sikap prilaku, cara berfikir dari kelompok masyarakat yang sudah mempunyai kecenderungan menyalahgunakan, serta melakukan tindakan pidana perdagangan / peredaran gelap narkotika psikotropika dan zat adiktif,  dengan saling menghormati kedaulatan dan integritas territorial dari masing – masing Negara Indonesia dalam menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap, psikotropika dan zat adiktif lain. Selain itu menurut buku Kampanye Anti Narkoba yang diterbitkan Badan Narkotika Nasional cara memproteksi diri dari bahaya narkoba yaitu pada saat ini, masalah narkoba sudah merambah ke semua lapisan masyarakat. Fakta yang paling mengganggu adalah usia awal perkenalan dengan bermacam – macam zat atau obat – obatan ini menjadi semakin belia / muda. Tingkat penyalahgunaan narkoba pada usia ini sangatlah tinggi.


Keunggulan
                Dalam artikel ini cukup berguna untuk masyarakat luas dikarenakan menjelaskan kerugian atau dampak dari penggunaan zat adiktif tersebut. Dan dalam artikel ini sumber dapat dipercaya dikarenakan diperoleh dari Badan Narkotika Nasional.

Kelemahan
                Terdapat kelemahan dalam artikel ini yaitu adanya penulisan nama zat ilmiah tanpa menyebutkan nama yang sering didengar oleh masyarat dan kurangnya informasi tentang gambar dari beberapa zat adiktif tersebut.
               
Kesimpulan / pendapat
                Artikel cara memproteksi diri dari narkoba ini sangat memberikan informasi yang edukatif terhadap semua pembaca, dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan memberikan dampak dari penggunaan dari zat adiktif tersebut.

                
Sumber :   Buku Masalah Narkotika dan Obat Berbahaya, M. Wresniwiro dan Badan Narkotika Nasional

Resensi


Resensi


Judul                     : Cara Memproteksi Diri dari Narkoba
Penulis                  : M. Wresniwiro dan Badan Narkotika Nasional
Sumber                 : Buku Masalah Narkotika Dan Obat Berbahaya
Tema                    : Zat Adiktif

Ringkasan

pencegahan dilakukan secara integral dan dinamis antara unsur – unsur aparat dan potensi masyarakat, merupakan upaya yang terus menerus dan berkesinambungan, untuk merubah sikap prilaku, cara berfikir dari kelompok masyarakat yang sudah mempunyai kecenderungan menyalahgunakan, serta melakukan tindakan pidana perdagangan / peredaran gelap narkotika psikotropika dan zat adiktif,  dengan saling menghormati kedaulatan dan integritas territorial dari masing – masing Negara Indonesia dalam menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap, psikotropika dan zat adiktif lain. Selain itu menurut buku Kampanye Anti Narkoba yang diterbitkan Badan Narkotika Nasional cara memproteksi diri dari bahaya narkoba yaitu pada saat ini, masalah narkoba sudah merambah ke semua lapisan masyarakat. Fakta yang paling mengganggu adalah usia awal perkenalan dengan bermacam – macam zat atau obat – obatan ini menjadi semakin belia / muda. Tingkat penyalahgunaan narkoba pada usia ini sangatlah tinggi.


Keunggulan
                Dalam artikel ini cukup berguna untuk masyarakat luas dikarenakan menjelaskan kerugian atau dampak dari penggunaan zat adiktif tersebut. Dan dalam artikel ini sumber dapat dipercaya dikarenakan diperoleh dari Badan Narkotika Nasional.

Kelemahan
                Terdapat kelemahan dalam artikel ini yaitu adanya penulisan nama zat ilmiah tanpa menyebutkan nama yang sering didengar oleh masyarat dan kurangnya informasi tentang gambar dari beberapa zat adiktif tersebut.
               
Kesimpulan / pendapat
                Artikel cara memproteksi diri dari narkoba ini sangat memberikan informasi yang edukatif terhadap semua pembaca, dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan memberikan dampak dari penggunaan dari zat adiktif tersebut.

                
Sumber :   Buku Masalah Narkotika dan Obat Berbahaya, M. Wresniwiro dan Badan Narkotika Nasional